Menu

Jenis Pengembangan Soft Skills – by Larasindo

softskills

Soft Skills by Larasindo

EMPATI/EMPATHY:

Empati adalah kemampuan untuk mengalami dan merespon perasaan orang lain. Empati lebih daripada menerima emosi orang lain tetapi pada merasakan emosi didalamnya dan mengekspresikannya sepenuh hati. Oleh karena itu empati sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia.

Secara umum, unsur-unsur empati adalah sebagai berikut:

  1. Imajinasi yang tergantung kepada kemampuan membayangkan; di sini imajinasi berfungsi untuk memungkinkan pengandaian diri seseorang sebagai orang lain.

  2. Adanya kesadaran terhadap diri sendiri (self-awareness atau self-consciousness); secara khusus pandangan positif terhadap diri sendiri, secara umum penerimaan (dalam arti pengenalan) apa adanya terhadap kelebihan dan kekurangan diri sendiri.

  3. Adanya kesadaran terhadap orang lain; pengenalan dan perhatian terhadap orang lain; secara khusus pandangan positif terhadap orang lain, secara umum penerimaan apa adanya terhadap kelebihan dan kekurangan orang lain.

  4. Adanya perasaan, hasrat, ide-ide dan representasi atau hasil tindakan baik pada orang yang berempati maupun pada orang lain sebagai pihak yang diberi empati disertai keterbukaan untuk saling memahami satu sama lain.

  5. Ketersediaan sebuah kerangka pikir estetis; ini merupakan dasar untuk menampilkan respons yang dianggap pantas dan memadai agar kesesuaian antara orang yang berempati orang yang menjadi sasaran empati dapat tercapai (agar tidak menjadi pelanggaran privasi atau perilaku ‘sok tahu); kerangka pikir estetis selalu tergantung pada budaya, masyarakat dan konteks jaman.

  6. Ketersediaan sebuah kerangka berpikir moral

Adapun fungsi empati adalah:

  1. Kesadaran bahwa tiap orang memiliki sudut pandang berbeda akan mendorong seseorang mampu menyesuaikan diri sesuai dengan lingkungan sosialnya. Dengan menggunakan mobilitas pikirannya, dapat menempatkan diri pada posisi perannya sendiri maupun peran orang lain sehingga akan membantu melakukan komunikasi efektif.

  2. Mampu berempati mendorong seseorang untuk melakukan tindak altruistis, yang tidak hanya mengurangi atau menghilangkan penderitaan orang lain, tetapi juga ketidaknyamanan perasaan individu melihat penderitaan orang lain. Merasakan apa yang dirasakan individu lain akan menghambat kecenderungan perilaku agresif terhadap individu itu.

  3. Kemampuan untuk memahami perspektif orang lain membuat anak menyadari bahwa orang lain dapat membuat penilaian berdasarkan perilakunya. Kemampuan ini membuat individu lebih melihat ke dalam diri dan lebih menyadari serta memerhatikan pendapat orang lain mengenai dirinya. Proses itu akan membentuk kesadaran diri yang baik, dimanifestasikan dalam sifat optimistis, fleksibel, dan emosi yang matang. Jadi, konsep diri yang kuat, melalui proses perbandingan sosial yang terjadi dari pengamatan dan pembandingan diri dengan orang lain, akan berkembang dengan baik.

Self-emphaty adalah langkah awal yang dilakukan untuk dapat berempati dengan orang lain, karena sebelum kita benar-benar bisa memamahami orang lain, kita juga seharusnya dapat memahami diri sendiri terlebih dahulu dengan menjadi manusia yang lepas bebas. Self-empathy merupakan proses yang terjadi dalam diri individu itu sendiri. Self-empathy merupakan proses yang mana kita mentransform jackal thinking (judgement, blame) kedalam connecting energi dalam perasaan-perasaan dan kebutuhan. Self empathy dimulai dari penerimaan akan disconnection dari kebutuhan-kebutuhannya dan berpindah untuk menjadi connect pada energi hidup akan kebutuhan-kebutuhan dalam hidupnya

Langkah-langkah untuk dapat menjadi self-empathy adalah sebagai berikut:

    1. Langkah 1: Kesadaran akan disconnection

Perasaan marah, bersalah, malu dan depresi semuanya merupakan tanda dari disconnection dan merupakan sumber dari pikiran dan persepsi kita. Hubungan lain dari tanda tersebut adalah ‘jackal show’ (apa yang kita ceritakan pada diri sendiri) bahwa mungkin berjalan pada kepala kita.

    1. Langkah 2: Connecting pada kebutuhan

Kita sadar akan disconnected dari kebutuhan-kebutuhan kita, step selanjutnya adalah mengerti apa yang akan dilakukan oleh diri jita sendiri untuk membayar perhatian ‘jackal show’. Petunjuk apa yang diberikan jackal show tentang kebutuhan kita?. Setiap judgement adalah ungkapan tragis akan unmet need.

    1. Langkah 3: Bergabung pada unmet need

    2. Langkah 4: Mengalami indahnya kebutuhan-kebutuhan tersebut

======================================================================================================

COACHING & MENTORING

Perbedaan antara Mentoring dan Coaching
ASPEK MENTORING COACHING
Sumber hubungan Personal Profesional
Fokus Personal dan profesional Profesional  — personal hanya jika berhubungan dengan profesional
Tujuan Berhubungan dengan hidup secara umum Spesifik terhadap kebutuhan pekerjaan
Pengukuran kinerja Informal Formal
Imbalan Hubungan Kinerja yang meningkat

Coaching, Counseling & Mentoring

Agar SDM di sebuah organisasi dapat mencapai sasaran kerjanya, manajer/supervisor berkewajiban untuk membantu setiap anggota timnya dengan cara memberikan counseling, coaching dan mentoring.

#1 Coaching : suatu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan dan kapasitas setiap orang sehingga berhasil mencapai sasaran kerjanya. Coaching dapat dilakukan kapan saja supervisor merasa perlu, tidak bergantung pada jadual tertentu.

#2 Coaching: proses mengarahkan yang dilakukan oleh seorang manajer untuk melatih dan memberikan orientasi kepada karyawan tentang realitas di tempat kerja dan membantu mengatasi hambatan dalam mencapai prestasi yang optimum Dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai membina.

#1 Counseling : teknik untuk meningkatkan efektifitas perilaku dan sikap mental agar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Konseling dilakukan apabila setelah coaching dilakukan tidak terjadi perubahan atau peningkatan kinerja dari bawahannya. Konseling lebih mengarah pada aspek psikologis dari individual, sehingga untuk melaksanakan konseling seorang manajer/supervisor perlu dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan untuk memahami kebutuhan-kebutuhan psikologis tersebut.

#2 Counseling : proses pemberian dukungan oleh manajer untuk membantu seorang karyawan mengatasi masalah pribadi di tempat kerja atau masalah yang muncul akibat perubahan organisasi yang berdampak pada prestasi kerja. Dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai membimbing

Sedangkan mentoring merupakan sebuah metode yang bersifat pengalaman individual yang mencoba membagikan pengetahuan dan ketrampilan serta kompetensinya kepada seseorang yang mempunyai pengalaman kerja lebih sedikit dengan situasi hubungan yang penuh kepercayaan dan menguntungkan. Mentoring meliputi coaching, counseling, and networking. Mentors adalah seseorang yang melalui tindakan dan pekerjaannya membantu karyawan lain untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

=======================================================================================================

PERSONALITY DEVELOPMENT

Suatu POLA yang relatif menetap atau abadi dalam diri manusia/individu terkait pada PIKIRAN, PERASAAN dan PERILAKU yang membedakan antara satu individu dengan indiviu lainnya. Bisa dikatakan sebagai Pandangan dan SIkap Hidup seseorang (Red. Sahewa Kompor Mledug).

Larasindo punya 12 tips penting dan sederhana agar Anda dapat memperoleh kepribadian yang sangat baik.

.1 KENALI DIRI ANDA

Seperti kata Aristoteles, “Mengenali Diri Sendiri adalah Awal dari Semua Kebijaksanaan”. Karena dengan mengetahui Kelemahan dan Kekuatan Diri, Sifat-sifat Baik dan Buruk yang perlu dijada dan dikembangkan, jangan malu dan menghindari dari menerima kekurangan diri, banyak belajar dari siapapun untuk kita mampu memperbaiki diri.

2. SUDUT PANDANG YANG SELALU POSITIF

Pikiran dan Tindakan yang Positif akan menampilkan kepribadian yang menarik. Karena cara berfikir sangat menentuka cara kita bertindak. Sekali seseorang berfikir dengan bernilai Baik, Makmur, Pantas dan Indah, akan memberikan motivasi kepercayaan diri dan meningkatkan kepribadian seseorang. Karena dalam hidup selalu terjadi pasang surut, dinamika hidup, seseorang dianjurkan untuk mampu fokus pada hal-hal yang diharapkan terwujud, dan mengambil “sisi terang”  yaitu perihal positif.

3. MILIKI OPINI/PENDAPAT

Selalu memiliki Opini/Pendapat dan berani tampil akan membuat anda percaya diri akan membuat percakapan lebih menarik dan membuat Anda lebih memiliki Pengaruh dan terkesan well informed atau serba tahu. Jangan pernah menghindar dalam memproyeksikan diri untuk berpendapat dan jangan pernah lari dari konflik yang terlanjur menjadi bagian komunikasi atau percakapan yang sudah anda mulai.

4. BERTEMU DENGAN ORANG-ORANG BARU

Menemui orang-orang dari kalangan dan jenis profesi yang berbeda adalah langkah-langkah “sehat” ke depan yang memperluas cakrawala Anda dan mengekspos kemampuan diri ke arah yang lebih besar. Anda akan memperoleh peluang-peluang dalam mengenal lebih banyak budaya dan gaya hidup serta secara signifikan dapat mempengaruhi kepribadian Anda untuk lebih kaya.

5. PERBANYAK MEMBACA DAN MEMBANGUN MINAT/KETERTARIKANOrang yang sedikit minat, biasanya malas membicarakan tentang sesuatu hal. Namun jika Anda termasuk orang yang Banyak Tahu (Serba Tahu) tentang banyak hal/minat, akan mengundang orang lain untuk membuka komunikasi dengan Anda. Anda kemudian memulai percakapan dengan cara yang sangat elegan dikarenakan Anda well informed, dan mencipta keadaan yg dinamis Tidak Monoton melalui percakapan, dijamin anda tak perlu sulit dalam melontarkan bahan pembicaraan dan orang lain sangat menikmati percakapan dengan Anda karena Anda adalah orang yang kaya pengetahuan.

 

HUBUNGI KAMI – LARASINDO TRAINING CONSULTANT – 0813 2202 1541 (WA) DAN PIN 53AB978A (BBM) DAN 0813 86 473757 (QUICK RESPONSE); VILLA MAHKOTA PESONA GUNUNG PUTRI BOGOR; JAWA BARAT 16969