6 Soft Skills yang harus dimiliki oleh Pencari Kerja

Keahlian Teknis hanya sampai batas wawancara saja, namun ke 6 soft skills yang Anda miliki bakal membuat sukses Anda.

Pada tahun 2008, survey dari lebih 2000 bidang bisnis di Wahsington, banyak Perusahaan mengatakan bahwa pekerja-pekerja baru (entry-level) di berbagai jenis profesi masih kekurangan keterampilannya dibeberapa area kemampuan, misalnya Kemampuan Penyelesaian Masalah (Problem Solving), Pemecahan Perselisihan (conflict resolution) dan Pengamatan Situasi Kritis/kepekaan (critical observation)

Anda akan melihat soft skills dimaksud nampak muncul dalam uraian tugas pekerjaan Anda disamping Hard skills yang anda miliki. Namun Soft Skills akan jauh menentukan dan menjadikan Anda memperoleh Pekerjaan, bukan sebatas interview kerja saja. Banyak ahli mengatakan demikian.

1. Communication skills

Komunikasi adalah upaya untuk membuat pendapat, menyatakan perasaan, menyampaikan informasi dan lain sebagainya, agar diketahui atau dipahami oleh orang lain. Longman, mendefinisikannya sebagai: to make opinion, feelings, information, etc, known or understood by others. Lebih jauh lagi, proses komunikasi merupakan sebuah keterampilan atau kemampuan untuk mengungkapkan keinginan, ide, perasaan, fikiran atau pendapat seseorang sehingga tidak dapat disangkal bahwa komunikasi yang efektif di tempat kerja sangat penting, mengingat bahwa dalam sebuah perusahaan terdapat banyak orang dengan berbagai latar belakang sosial dan pendidikan serta karakter berbeda yang bekerja dengan tujuan yang sama.

2. Teamwork and collaboration

Pengusaha ingin karyawan pandai bekerjasama dengan orang lain – yang dapat bekerja secara efektif sebagai bagian dari tim. “Satu saat bisa menjadi pemimpin, satu saat menjadi pengikut yang baik, mampu memantau kemajuan, memenuhi tenggat waktu dan bekerja dengan yang lain di seluruh organisasi untuk mencapai tujuan bersama,” kata Lynne Sarikas, Direktur Pusat Karir MBA di Northeastern University.

3. Adaptability – Kemampuan Adaptasi

Kemampuan spesifik dalam komunikasi, semisal ketika Pegawai Junior dalam berpendapat atau mengungkapkan pendapat yang mungkin dianggap “melawan” tatkala berhadapan dengan pekerja senior (yang lebih tua). Untuk itu, diharapkan terus memiliki semangat belajar untuk memperoleh dan menumbuhkan kemampuan Anda agar dapat beradaptasi dengan perubahan dalam organisasi.

4. Problem solving

Siapkan diri Anda untuk “bagaimana cara anda menyelesaikan masalah?”. Pikirkan secara spesifik contoh-contoh penyelesaian permasalahan yang cukup sulit yang pernah anda alami. Upayakan mampu menjelaskan cara-cara pendekatan yang anda gunakan, bagaimana anda melibatkan yang lain dalam menyelesaikan masalah tersebut dan apa hasilnya, secara jelas, gamblang dan dapat terukur.

5. Critical observation

Tidaklah cukup untuk mampu mengumpulkan data dan memanfaatkannya (manipulasi data). Anda juga harus mampu menganalisa dan “menterjemahkan” nya. Apa yang terkandung dalam data tersebut? Apa saja pertanyaan yang bakal muncul? Adakah cara lain yang berbeda untuk menterjemahkan data tersebut? Ketimbang menyodorkan berkas laporan spreadsheet kepada atasan Anda, berikanlah Ringkasan/Summary dan garis besar informasi sebagai perihal yang harus diperhatikan dan kemudian tawarkan kemungkinan langkah-langkah selanjutnya.

6. Conflict resolution

Kemampuan dalam Meyakinkan, negosiasi dan menyelesaikan konlfik sangatlah penting jika anda berencana meningkatkan karir. Anda membutuhkan skills untuk membangun hubungan saling menguntungkan (mutually beneficial relationship) dalam organisasi sehingga anda mampu meyakinkan dan mempengaruhi orang. Anda harus mampu bernegosiasi dalam rangka win-win solution untuk keperluan perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan.

Sahewa Kompor Mbledug, untuk Larasluhur Indonesia